BANDUNG — Akademisi dari IPB, ITB, dan University of Nottingham mengembangkan perangkat lunak PEATFR untuk membantu memprediksi risiko kebakaran lahan gambut. Sistem tersebut menggunakan pendekatan stokastik, machine learning, dan optimisasi.
Model prediksi dirancang untuk membantu menentukan wilayah yang perlu dipantau lebih intensif, prioritas restorasi atau pembasahan kembali, serta penempatan sumber daya pencegahan secara lebih awal.
Teknologi mendukung pencegahan
Model komputasi tidak menggantikan petugas lapangan maupun keputusan pemerintah. Teknologi berfungsi sebagai alat bantu agar data dapat diterjemahkan menjadi informasi risiko yang lebih mudah digunakan dalam pengambilan keputusan.
Jawa Barat dapat berperan sebagai penghubung antara kapasitas riset, kebutuhan lapangan, dan kerja sama antardaerah. Pelatihan lanjutan direncanakan agar aparatur dan perguruan tinggi dapat menggunakan metode tersebut dengan data daerah masing-masing.
Sumber: Portal Jabar/Humas Jabar, 5 September 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




