Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 4 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIBank Indonesia Tetapkan Hasil Lelang FX Swap USD419 Juta

Persib Sambut Sukacita Pencabutan SK Pembekuan PSSI

Oleh • 12 Mei 2016 • 09:03

darikita.com, Bandung – SK pembekuan PSSI resmi dicabut oleh Menpora Imam Nahrowi menjadi angin segar bagi setiap klub. Tidak terkecuali untuk Persib Bandung.

Pelatih Persib, Dejan Antonic menilai, pencabutan status pembekuan terhadap PSSI akan menumbuhkan harapan baru bagi seluruh pelaku langsung sepak bola Indonesia. Dia juga berharap persepakbolaan nasional bisa secepatnya kembali berjalan normal.

”Puji tuhan kalau semua bisa berjalan normal. Sepakbola Indonesia bisa berjalan normal, pelatih, pemain, suporter pastinya senang sekali dan semua pencinta sepak bola,” kata Dejan, kemarin (11/5).

Namun, Dejan masih sedikit merasa was-was. Sebab, sejak pertamakali dibekukan oleh Menpora, kepanjangan tangan pemerintah itu pula seringkali melakukan tarik ulur terhadap status pembekuannya kepada PSSI. Sehingga, kata dia, hal itu malah membuat para pelaku sepak bola semakin berkecilhati.

Oleh karenanya, Dejan berdoa adanya pencabutan SK pembekuan secara resmi oleh Imam Nahrowi ini menjadi keputusan final. Sebab, menurutnya waktu satu tahun sudah terlalu lama untuk membuat persepakbolaan Nasional terpuruk.

”Saya tunggu keputusan terakhir, jika benar saya sangat senang sekali. Dari musim kemarin banyak gosip ini itu dan kita stres, tapi aku pikir semua jalan normal sepakbola Indonesia bisa seperti dulu yang kita ada, dan itu bagus bagi kita sebagai pelaku sepakbola,” bebernya.

Sejak masa pembekuan sebelumnya, Dejan menilai banyak sekali yang terkena dampak buruk mulai dari pelaku langsung sampai ke sektor ekonomi. Bahkan dia semakin miris manakala Indonesia menjadi sorotan publik sepak bola Internasional.

”Jangan salah lagi seperti yang kemarin, banyak salah, banyak korban. Sehingga info negatif (sepakbola Indonesia) bisa nyampai di negara lain, jangan sampai seperti itu lagi,” tegasnya.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *