Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Umuh Tak Berambisi Jadi Ketum, Kembalikan Status Klub Eks IPL

Oleh • 12 Mei 2016 • 08:31

darikita.com, JAKARTA – Harapan klub-klub eks Indonesia Premier League (IPL) untuk mendapatkan kembali status keanggotaan mereka di PSSI, mendapat sambutan baik dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Imam mengimbau agar PSSI bisa mengakui kembali status para klub yang sempat tercoret itu.

PENCABUTAN-PEMBEKUAN-PSSI
FOTO:WAHYUDIN/JAWAPOS
BUKTI PENCABUTAN: menteri pemuda dan olahraga Imam Nahrawi ditemani oleh Sesmenpora Alvita Salam menunjukkan surat pencabutan atas Keputusan Menpora No 01307 tahun 2015 tentang pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan PSSI yang tidak diakui, kemarin (11/05).

Seperti yang diketahui, Selasa (10/5) lalu, ada perwakilan tujuh klub eks IPL yang datang meminta kepada Menpora agar hak mereka sebagai anggota PSSI segera dicabut sebelum pembekuan PSSI dicabut. Para klub itu adalah, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, serta Lampung FC, Persipasi Bekasi, dan Persewangi Banyuwangi.

”Selain tata kelola sepak bola yang harus lebih baik, tujuh klub yang selama ini hak keanggotaan PSSI mereka dihilangkan secara paksa itu, sudah saat harus segera dikembalikan,” kata Imam Nahrawi, kemarin (11/5).

Dia mengatakan, PSSI harus dengan bijak mengakui kembali mereka sebagai anggota. ”Mungkin saja bukan tujuh ini, tapi juga ada klub yang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, tujuh klub yang tergabung dalam AKSI (Aliansi Klub Sepakbola Indonesia) itu menuntut Presiden Indonesia, Joko Widodo, serta Menpora Imam Nahrawi untuk memulihkan status keanggotaan PSSI mereka.  ”Kami hanya menuntut hak kami yang selama ini dihilangkan secara paksa,” kata H. Farid, manajer Persebaya Surabaya.

Sementara itu, CEO Persema Malang Didied Affandy menambahkan, pemulihan hak mereka tersebut pun harus dibarengi dengan mengembalikan mereka ke level kompetisi yang terakhir mereka ikuti, yaitu kompetisi kasta tertinggi. Dengan alasan, ketika itu mereka dicoret dari PSSI tanpa adanya alasan yang jelas.

Laman: 1 2 3

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *