PALANGKA RAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menguji penerapan modifikasi cuaca menggunakan dry ice untuk membantu mengatasi kabut asap di Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut diumumkan BMKG pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Teknologi dry ice digunakan untuk memodifikasi kondisi atmosfer yang dipengaruhi lapisan inversi. Lapisan ini terjadi ketika suhu udara justru meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu, sehingga asap dapat tertahan dekat permukaan.
BMKG berharap penyemaian dengan dry ice membantu mengurai lapisan inversi, memperbaiki pergerakan udara, dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat. Pelaksanaannya tetap didasarkan pada analisis meteorologi dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkala.
Operasi modifikasi cuaca merupakan salah satu langkah pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut tidak menggantikan pencegahan kebakaran, pemadaman di lapangan, penegakan hukum, maupun pengendalian sumber emisi.
Masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengikuti informasi kualitas udara, membatasi aktivitas luar ruang ketika kondisi memburuk, serta menggunakan perlindungan pernapasan sesuai anjuran kesehatan.
Sumber: BMKG, 28 Oktober 2026.




