JAKARTA — BMKG menyatakan Siklon Tropis ARNAB yang berada di sekitar Teluk Benggala tidak memberikan dampak langsung terhadap wilayah Indonesia. Kendati demikian, potensi hujan lebat di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan analisis BMKG pada 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, ARNAB berada pada koordinat 16,0 derajat Lintang Utara dan 84,8 derajat Bujur Timur, di luar wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre Jakarta.
Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 90 knot atau 166 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 968 hPa. Dalam 24 jam, siklon diprakirakan bergerak ke arah barat–barat laut menuju daratan India dan mulai melemah dalam dua hari berikutnya.
BMKG menjelaskan bahwa cuaca Indonesia tetap dipengaruhi berbagai dinamika atmosfer lain. Karena itu, masyarakat tidak boleh mengartikan ketiadaan dampak langsung siklon sebagai tidak adanya risiko cuaca ekstrem.
Masyarakat diminta memantau peringatan dini BMKG, terutama saat melakukan perjalanan, aktivitas kelautan, dan kegiatan di daerah rawan banjir atau longsor.
Sumber: Siaran Pers BMKG, 27 Oktober 2026.




