Ditambahkan Ruswanto, sekarang banyak anak dibawah umur yang sudah dapat menggunakan sepeda motor. Mereka berani berkendaraan di jalan raya yang menyebabkan kecelakaan.
“Mereka harus mengetahui aturan keselamatan berkendaraan. Kecelaaan lalulintas kebanyakan karena faktor pengendara, karenanya setiap pengendara harus mengetahui berbagai hal terkait keselamatan berkendara,” ujarnya
Ruswanto mengaku, dalam tahun ini, pihaknya mengagendakan 12 kali kegiatan kampanye keselamatan berlalu lintas dalam bentuk aksi, sosialisasi dan penyuluhan yang ditujukan bagi pelajar mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.
“Awal tahun sudah kita lakukan ke siswa SD, triwulan berikutnya SMP lalu SMA. Untuk SMA kita sudah meminta rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jabar karena sudah dibawah kewenangan provinsi,” pungkasnya.(ziz/yan)













