banner

Biaya Politik Besar karena Masa Kampanye Tiga Bulan

darikita 16 Mei 2017
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/JABAR EKSPRES DISKUSI POLITIK: Ketua PSSI Kota Bandung Yana Mulyana (kedua dari kanan), Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat H. Mq Iswara (tengah), dan Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) Fiki Satari (ketiga dari kiri) berfoto bersama diskusi politik Pilkada Kota/Kabupaten Tahun 2018 di Graha Pena Jabar Ekspres, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/5).
vertical banner

”Saat ini masyarakat lebih pintar. Uangnya diambil, urusan memilih, tergantung mereka senangnya yang ma­na. Jadi money politics juga tidak menjamin seseorang bisa terpilih,” paparnya.

Sementara itu, narasumber lainnya Yana Mulyana yang juga merencanakan ingin maju dalam ajang pilwalkot, belum bisa mengungkapkan ”dapur” untuk berkampanye. Meski, dia sadar diri jika cost yang diperlukan lebih besar ketimbang calon yang lain. ”Saya belum banyak dikenal. Makanya, saya perlu lebih banyak melakukan sosiali­sasi,” kata Yana.

Disinggung soal berapa bi­aya yang dikeluarkan untuk menghadapi Pilwalkot, Yana pun termasuk yang meyimpan rapat rahasia dapur. Namun, yang pasti, karena latar bela­kang dia sebagai pengusaha, dia mengakui sudah men­ghitung berapa biaya peng­eluaran yang harus digelon­torkan demi menyukseskan diri menjabat Bandung 1.

”RAB (rencana anggaran biaya)-nya sudah ada. Karena saya memiliki back ground pengusaha, tentu segala sudah saya perhitungkan. Tapi ten­tu tak elok jika diungkapkan ke umum.,” tutur Yana.

Sementara itu, salah satu tokoh muda Kota Bandung yang kepincut dalam ajang Pilwalkot nanti, Tubagus Fiki Satari lebih termasuk bijak dalam menyikapi cost politics. Bagi dia, perkara angka itu relatif, tergantung bagaimana calon tersebut menilai pil­kada untuk masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, dia tidak mengungkapkan be­rapa dana yang dipersiapkan untuk Pilkada nanti. Namun, dalam pemaparannya, ketua Karang Taruna Kota Bandung ini lebih menjelaskan ide kreatif agar dana kampanye yang dikeluarkan baik itu dari pemerintah ataupun partai politik agar bisa berman­faat untuk masyarakat.

Dia bahkan memaparkan beberapa langkah yang se­baiknya ditangkap oleh para calon yang akan berkutat di pilwalkot. ”Masyarakat lebih suka sosok pemimpin yang turun langsung ke masyarakat dan membuat program yang berkenaan langsung dengan keinginan masyarakat terse­but,” tuturnya.

Untuk Anda
Terbaru