Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

BKKBN Gandeng Kodam III/Siliwangi, Bersinergi Tuntaskan Masalah Kependudukan

Oleh • 26 Mei 2016 • 08:45

darikita.com – Dalam menghadapi laju pertumbuhan yang tinggi di Provinsi Jawa Barat Bada Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Jawa Barat menggandeng  Kodam III/Slw untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan kependudukan di Jabar yang semakin komplek.

Sugilar Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Barat
Sugilar
Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Barat

Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Barat Sugilar mengatakan, laju pertumbuhan penduduk saat ini adalah 1,7 persen, jumlah ini sangat rissan mengingat di beberapa kota, seperti Bogor, Sukabumi, Depok, Bekasi, LP hampir menyentuh 3 persen.

“Inikan cukup tinggi dan kondisi ini harus segera dikendalikan kalau tidak ingin terjadi masalah sosial nantinya,” jelas Sugilar ketika ditemui pada acara program KB Kesehatan bersama TNI AD di Makorem Suryakencana 061 Bogor, kemarin.

Menurutnya, langkah kerja sama denga TNI AD ini sangat strategis dan telah mendapat kesapakatan antara Panglima TNI dan BKKBN pusat. Sugilar menilai, kerja sama dengan TNI AD, khususnya di Jabar memiliki peranan penting mengingat TNI AD memiliki struktur organisasi sampai tingkat koramil dengan peran aktif Babinsa di lapangan.

Selain itu, BKKBN juga memiliki petugas lapangan sebagai ujung tombak dalam mensosialisasikan program KB ke masyarakat, sehingga kondisi ini merasa perlu dibangun sinergitas untuk membantu mengatasi permasalahan di bidang kependudukan di Jawa Barat.

“Babinsa keberadaannya sangat penting dan selalu hadir di tengah masyarakat dan ini bisa kita lakukan kerja sama untuk membangun dan memberikan pemahaman secara bersama-sama mengenai Program KB dan Ketahanan Keluarga,” ujar Sugilar.

Dia mengatakan, program ketahanan keluarga juga menjadi sorotan serius sesuai dengan arahan pusat terlebih saat ini banyak sekali terjadi kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga juga narkoba yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *