Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Dede: Stok Makanan Menipis Ekonomi Hampir Lumpuh

Oleh • 15 November 2016 • 08:21

DAYEUHKOLOT – Banjir di sejumlah tempat di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung berimbas pada sektor ekonomi masyarakat setempat. Sejumlah pedagang di pasar Dayeuhkolot terpaksa menutup tokonya, kemarin (14/11).

Lina Mardiana, 37, salah seorang pedagang sayuran di pasar Dayeuhkolot membenarkan jika omset penjualannya menurut drastis saat banjir terjadi.

“Penurunan sangat drastis hingga 70 persen dari hari biasanya,” kata Lina Mardiana pada Bandung Ekspres di Pasar Dayeuhkolot, kemarin.

Meski demikian pihaknya tetep berjualan untuk mendapatkan penghasilan walaupun dengan kondisi pasar digenangi air setinggi 60 centimeter. “Biasanya kami itu mendapatkan penghasilan rata-rata Rp2 juta sehari. Saat ini ketika banjir terjadi, saya hanya mendapat penghasilan sampai Rp700 ribu sehari,” tambah Lina.

Akibat banjir itu pun sejumlah barang dagangannya banyak yang tersisa, sebab pembeli pun sangat kurang. Itu terjadi lantaran akses jalan terputus dan pasar terendam banjir. Dia pun mengaku terpaksa menjual dagangan sisa dan sebagian baru.

“Itu pun barang dagangan kiriman, bukan belanja sendiri. Ada beberapa barang sisa kemarin yang masih bagus dan masih bisa dijual. Kalau banjir begini memang jumlah pembeli juga berkurang banyak. Mungkin karena kesulitan ke pasar. Ada juga yang paksakan diri untuk belanja,” ungkapnya.

Meskipun kondisi banjir, tutur Lina, namun harga sayuran tak bisa dinaikan begitu saja, padahal ongkos berbelanja serba naik. Seperti saat belanja ke Pasar Baleendah harus ambil jalan memutar ke Bojongsoang dengan kondisi jalanan macet sampai 2 jam. Padahal biasanya 15 menit sampai dan beres belanja, tapi harga tetap tidak bisa naik.

“Sedangkan untuk belanja barang dagangan ke Pasar Caringin juga, membutuhkan waktu tempuh yang lama. Hal ini disebabkan akses Jalan Raya Dayeuhkolot yang juga terendam banjir di kawasan industri,” tuturnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *