banner

Incumbent Kehilangan Hak Kampanye Tatap Muka

darikita 6 Desember 2016
UNDI NOMOR: Tiga pasangan calon wali kota Cimahi saat pengambilan nomor urut di KPU Cimahi, belum lama ini. Atty Suharti (kedua kiri) kini mendekan di tahanan KPK.
vertical banner

Ke empat daerah tersebut merupakan dinasti politik yang dilakukan oleh bapak dan anak atau saudara kandung. Sementara, untuk kasus yang terjadi pada Atty, pihaknya meninjau memang sudah disiapkan untuk waktu yang lama.

Dia berpandangan, jika Itoch sudah menjabat selama 10 tahun, lalu istrinya Atty Suharti sudah sudah menjabat selama lima tahun dan akan menjabat kembali, maka sudah resmi politik dinasti ini merupakan politik yang paling lama.

”Setelah bapaknya sudah menjadi pemimpin, dan ibunya dalam beberapa kurun waktu, bisa saja anaknya sudah disiapkan,” jelasnya.

Nah, jika merunut prediksi tersebut, jika politik dinasti itu berjalan mulus maka sosok anak Itoch, Indra Sukmana bisa naik. Di saat ini, menjabat sebagai ketua PKK Kota Cimahi. Jabatan tersebut dianggap cukup strategis di mana untuk dijadikan sosok figur di masyarakat. ”Kalau saja kasus ini tidak terbongkar, bisa saja dinasti politik Itoch mencapai 30 tahun,” ucapnya.

Selama ini, empat kasus yang ada, politik dinasti yang lama merupakan dinasti Itoch yang menjabat hingga 15 tahun. Sebelumnya, di Banyuasin hanya mencapai 12 tahun, ketika dijabat oleh anaknya KPK malah menangkapnya dengan dugaan korupsi.

”Pada saat Pilkada sendiri, masyarakat harus bisa mengetahui sosok calon tersebut. Terutama harus memilih calon yang berkompetensi dalam memimpin suatu daerah,” katanya.

Sedangkan, untuk kasus wali kota yang berstatus tersangka dan terjerat masalah hukum KPK hanya calon Wali Kota Binjai. Di mana Soleh Bangun menerima suap untuk memuluskan LPJP APBD Sumut 2012.

Pada saat pemilihan, lanjut dia, Soleh Bangun kalah dengan perolehan suara paling rendah. Pada saat itu, Soleh ditangkap KPK sebulan menjelang pemilihan suara. (nit/far/c14/fat/rie)

Untuk Anda
Terbaru