banner

Sebulan Terakhir Digerogoti Bakteri, ”Yani” Mati Tak Terurus

darikita 13 Mei 2016
FAJRI ACHMAD NF/ BANDUNG EKSPRES KORBAN KELALAIAN: Perwakilan Dinas peternakan Jabar Sri Muji Artiningsih (kedua kanan), didampingi perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Silvana (ketiga Kanan) dan dokter hewan dari Taman Safari drh Yohana Tri Hastuti (keempat kanan) pada konferensi pers terkait kematian Yani.
vertical banner

Di tempat yang sama, Dokter Hewan dari Taman Safari Indonesia Yohana Tri Hastuti mengatakan, usia  gajah pada umumnya bisa mencapai hingga 80 tahun.  Menurut dia, Jika Yani bisa ditangani lebih cepat, dimungkinkan Yani bisa bertahan dan tetap hidup.

”Kalau pihak Kebon Binatang bisa lebih awal, Yani bisa tertolong,” ucap Tri.

Selain mengotopsi gajah Yani, pihaknya juga melakukan pemeriksaan pada tiga gajah lainnya. Dari tiga kondisi gajah yang diambil sampel, satu di antaranya sudah keluar. ”Garis besarnya, terdapat pengurangan berat badan pada gajah tersebut,” ucapnya lagi.

Dia menegaskan, harus ada perawatan yang maksimal bagi satwa di Kebon Binatang Bandung. Terlebih, beberapa spesies di sana masuk dalam kategori langka.

”Kematian Yani mengurangi jumlah populasi gajah Sumatera yang ada di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, jumlah gajah  mencapai sekitar 200 lebih ekor gajah,” ungkapnya.

Kejadian tersebut juga membuat geram Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Silyana Ratina.

Dia menyebutkan, selama ini pihak Kebun Binatang Bandung tidak memberitahukan kondisi hewan secara berkala. ”Saya pada Februari datang ke sini untuk melaksanakan bimbingan teknis, tapi memang tidak ada kondisi yang aneh. Untuk gajah Yani sendiri sudah mulai sakit pada bulan Maret, kami tidak mendapatkan laporan pada Maret dan April,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Pihak Kebun Binatang Kota Bandung mendapat teguran keras darinya. Baik berupa ucapan maupun surat peringatan. Dia memberikan ultimatum, apabila selama 30 hari belum ada perbaikan, Kebun Binatang Kota Bandung ini akan diambilalih pemerintah pusat atau hewan-hewan ini akan dipindahkan.

Diakui olehnya, Lahan Konservasi hewan di Jawa Barat termasuk masih minim. Hanya ada tiga tempat dan salah satunya adalah Kebon Binatang Bandung. Berkaitan dengan kurangnya lahan yang dimiliki, kata dia, saat ini yang sudah memenuhi standar hanya Taman Safari Indonesia.

Untuk Anda
Terbaru