banner

Sebulan Terakhir Digerogoti Bakteri, ”Yani” Mati Tak Terurus

darikita 13 Mei 2016
FAJRI ACHMAD NF/ BANDUNG EKSPRES KORBAN KELALAIAN: Perwakilan Dinas peternakan Jabar Sri Muji Artiningsih (kedua kanan), didampingi perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Silvana (ketiga Kanan) dan dokter hewan dari Taman Safari drh Yohana Tri Hastuti (keempat kanan) pada konferensi pers terkait kematian Yani.
vertical banner

Belakangan, aku Emil, Pemkot memang sedang mencari upaya hukum atas persoalan yang menelikung Kebon Binatang Bandung. Namun, bagi dia, pertimbangan sisi lokasi juga sudah tidak ideal.

”Ada rencana pemindahan, tetapi masih perlu dibicarakan, termasuk dengan dewan. Sebab, lokasinya masih ada di daerah  Kabupaten,” sebut Emil.

Sementara itu, Anggota A DPRD Kota Bandung Tomtom Dabul Qomar menyatakan,  semua orang harus  peduli dengan kejadian tersebut. Sebab, Kebon Binatang merupakan ikon Kota Bandung.

Kendati demikian, lanjut politikus Partai Demokrat tersebut, tak dipungkiri Kebon Binatang, yang dikelola Taman Marga Satwa Taman Sari itu, masih miliki persoalan hukum.

”Tidak  heran jika ada hewan terlantar. Bagaimana bisa optimal mengurus binatang, sementara di dalamnya saja masih ada persoalan,” ujar Tomtom.

Alasan hak kepemilikan aset harus  diselesaikan. Sehingga, tidak ada lagi kebingungan, begitupun tidak  ada keberatan Pemkot Bandung dalam memertahankan eksistensinya.

Menurut dia, pengelola kini malah bermasalah dengan status sewa. Bahkan itu sudah muncul dalam Publikasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. (nit/edy/rie)

Untuk Anda
Terbaru