Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat perluasan akses internet ke 31.864 lokasi fasilitas publik pada 2026. Data tersebut dikutip InfoPublik pada 21 Oktober 2026 dari laporan dukungan Kemkomdigi untuk dua tahun pemerintahan.
Lokasi yang terhubung mencakup fasilitas pendidikan, kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan masyarakat. Sebanyak 21.722 titik di antaranya merupakan fasilitas pendidikan.
Kemkomdigi juga melaporkan cakupan sinyal 4G telah mencapai 98,96 persen populasi. Selain itu, 6.747 base transceiver station 4G disebut melayani wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Contoh manfaatnya terlihat di SD YPK Netar, Jayapura. Sekolah tersebut sebelumnya perlu membawa siswa ke tempat lain untuk mengikuti ujian berbasis komputer karena keterbatasan sinyal.
Angka cakupan populasi tidak sama dengan luas wilayah yang telah terlayani. Kualitas dan keberlanjutan koneksi di setiap lokasi tetap menjadi aspek penting selain jumlah titik akses.
Foto kantor Kemkomdigi: Dhe Anola/KPM Kemkomdigi melalui InfoPublik.
Sumber: Publikasi resmi selengkapnya.




