Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan Bandara Internasional Husein Sastranegara sebagai salah satu etalase produk UMKM, seni, dan budaya lokal. Rencana ini diharapkan memperluas akses pasar sekaligus memperkuat identitas Bandung di pintu kedatangan dan keberangkatan wisatawan.
Ruang khusus untuk produk lokal
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa pemerintah sedang bernegosiasi untuk memperoleh ruang usaha dengan harga sewa khusus di area keberangkatan. Ruang tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dan Dekranasda Kota Bandung.
Lokasi di bandara dinilai strategis karena mempertemukan produk lokal dengan penumpang dari berbagai daerah. Produk kuliner, fesyen, kerajinan, dan karya kreatif Bandung berpeluang memperoleh eksposur yang lebih luas.
Identitas Bandung diperkuat
Selain gerai UMKM, kawasan bandara direncanakan menghadirkan pertunjukan seni, karya seni rupa, dan elemen visual yang mencerminkan karakter Kota Bandung. Pemerintah menilai fasilitas bandara telah tertata baik, tetapi nuansa lokal masih dapat diperkuat.
Direktur Utama Bank bjb Ayi Subarna menilai UMKM membutuhkan lebih dari sekadar modal. Akses pasar dan pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting agar usaha mampu tumbuh dan mempertahankan kualitas.
Program ini memerlukan proses kurasi yang transparan, rotasi peserta, standar mutu, dan harga yang wajar agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha.
Sumber informasi: Diskominfo Kota Bandung melalui Portal Jabar, 21 Agustus 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




