BMKG dalam keterangan 17 Oktober 2026 melaporkan hasil pemantauan dan survei dampak dua gempa di wilayah Bogor pada 15 Oktober. Gempa bermagnitudo 3,5 dan 4,1 itu terjadi pada kedalaman masing-masing 9 dan 5 kilometer.
Mengutip data BPBD Kabupaten Bogor, BMKG menyebut 253 rumah dan lima fasilitas ibadah terdampak. Rinciannya adalah 222 rumah rusak ringan, 25 rusak sedang, dan enam rusak berat. Wilayahnya meliputi Purasari, Cibunian, dan Purwabakti.
Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan mendapat penanganan di klinik. Di Kabupaten Sukabumi, data BPBD yang dikutip BMKG mencatat 96 rumah rusak ringan di Kecamatan Kabandungan, dengan 106 keluarga atau 381 jiwa terdampak.
BMKG mencatat sedikitnya 11 gempa susulan pada saat laporan disusun. Survei lapangan sejak 16 Oktober dilakukan untuk memeriksa kondisi bangunan dan memverifikasi informasi kerusakan.
Warga diminta memeriksa bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya. Bangunan dengan retakan atau kerusakan yang mengkhawatirkan perlu dihindari sampai diperiksa petugas berwenang. Data dalam berita ini merujuk pada laporan 17 Oktober dan dapat berubah mengikuti verifikasi lanjutan.
Foto dokumentasi: BMKG, dari publikasi resmi yang ditautkan di bawah.
Sumber: Publikasi resmi BMKG selengkapnya.




