Bank Indonesia dalam rilis 15 Oktober 2026 mencatat utang luar negeri Indonesia pada Agustus 2026 sebesar US$459,3 miliar. Angka tersebut tumbuh 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
ULN pemerintah mencapai US$220,9 miliar atau naik 3,3 persen secara tahunan. BI menjelaskan bahwa pergerakannya antara lain dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara.
Sebaliknya, ULN swasta sebesar US$195,6 miliar, turun 0,8 persen secara tahunan. Industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, listrik dan gas, serta pertambangan menyumbang 80,5 persen dari total ULN swasta.
Rasio ULN terhadap produk domestik bruto tercatat 30,9 persen. BI menilai strukturnya tetap terjaga, dengan dominasi utang berjangka panjang dan penerapan prinsip kehati-hatian.
Data ini merujuk posisi Agustus, bukan jumlah utang baru yang ditarik pada Oktober. BI dan pemerintah menyatakan akan terus berkoordinasi dalam pemantauan serta pengelolaan ULN. Rincian dan metadata tersedia dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi Oktober 2026 yang ditautkan melalui rilis resmi.
Foto ilustrasi perhitungan keuangan: Aaron Lefler/Unsplash; bukan dokumentasi pengumuman ULN.
Sumber: Publikasi resmi selengkapnya.


