WONOGIRI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan serta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Gedung Khayangan, Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan itu dirancang untuk meningkatkan kemampuan praktis masyarakat dalam membaca informasi cuaca maritim, menentukan waktu melaut yang aman, serta mengambil tindakan cepat ketika menghadapi gempa kuat dan potensi tsunami. Posisi Wonogiri yang berbatasan dengan laut selatan Jawa dan memiliki aktivitas perikanan di Waduk Gajah Mungkur menjadi alasan pentingnya pelatihan terpadu tersebut.
Sekolah Lapang Gempa Bumi diikuti 53 peserta dari unsur pemerintah daerah, sekolah, relawan, media, dan organisasi terkait. Sekolah Lapang Cuaca Nelayan diikuti 34 peserta yang terdiri atas penyuluh perikanan, dinas teknis, kelompok nelayan, dan nelayan tradisional.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kanal resmi ketika mencari informasi cuaca dan kebencanaan agar keputusan di lapangan tidak dipengaruhi kabar yang belum terverifikasi.
Sumber: BMKG, 25 Oktober 2026.




