Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Sabtu, 7 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

17 Alat Pengolahan Limbah Diberikan Kepada Warga

Oleh • 22 Agustus 2016 • 08:35

Darikita.com, NGAMPRAH – Kantor Lingkungan Hidup Bandung Barat berikan alat pengolahan limbang. Kurang lebih sebanyak 17 alat diberikan kepada masyarakat.

Di mana 13 diantaranya diberikan kepada para peternak sapi di Desa Cibodas Kecamatan Lembang. Sisanya, berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah (Ipal) diberikan kepada Kecamatan Cihampelas sebanyak 3 bangunan.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Bandung Barat Apung Hadiat Purwoko menyatakan, alat tersebut untuk membuat kotoran hewan sapi menjadi biogas

”Seringkali peternak di sana membuang di sembarang tempat yang memunculkan masalah baru,” ungkap Apung kepada wartawan, belum lama ini.

Dipilihnya Desa Cibodas, kata dia, lantaran di desa tersebut paling banyak ditemukan peternak sapi. Pihaknya menemukan, para peternak seringkai membuang limbah kohe itu ke aliran sungai.

Hal itu dianggap salah satu cara pencemaran lingkungan. Diakui olehnya, air yang mengalir di Lembang, akan mengalir ke Sungai Cikapundung.

”Tapi minimal dengan alat ini bisa mengurangi karena alat ini bisa menampung 3 kubik kohe perhari,” ungkapnya.

Adapun jumlah nilai bantuan untuk alat pengolahan limbah kohe itu sebesar Rp195 juta. Sedangkan Rp200 juta untuk satu paket pembangunan Ipal. Bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Bandung Barat tahun 2016

Lanjut dia, dipilihnya Cihampelas dikerenakan faktor wilayah. Sebab, diketahui Kecamatan Cihampelas terdapat sejumlah pabrik yang membuang limbahnya ke aliran sungai.

Tiga alat tersebut, dimaksud untuk mensterilkan air limbah. Pemberian alat pengolahan limbah itu, setidaknya bisa mengurangi pencemaran lingkungan hidup .

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat, saat ini populasi sapi mencapai 34 ribu ekor menghasilkan sekitar 85 ton kotoran per harinya. Kotoran sebanyak itu menimbulkan persoalan terhadap lingkungan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *