Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Sabtu, 7 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Jembatan Patah, Pangandaran-Banjar Putus

Oleh • 10 Oktober 2016 • 06:15

PANGANDARAN – Jembatan Ciputrapinggan di Kecamatan Kalipucang, patah, Kabupaten Pangandaran, kemarin (9/10) pukul 19.00. Jembatan itu patah setelah sungai di bawah jembatan yang menghubungkan Pangandaran-Banjar itu meluap. Sehingga jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan.

Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi SH MM mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengamanan dan menutup Jembatan Ciputrapinggan. ”Kita langsung lakukan penutupan jalan untuk menghindari korban,” tuturnya tadi malam.

Suyadi langsung berkoordinasi dengan Pemkab Pangandaran soal bencana di kabupaten termuda di Jabar ini. ”Kita langsung koordinasi dengan stakeholder kebencanaan dan pemda Kabupaten Pangandaran,” sambungnya.

Suyadi menambahkan, terputusnya jembatan tersebut mengakibatkan terputusnya jalur utama Pangandaran-Banjar. Sehingga polisi mengalihkan lalu lintas ke Tasikmalaya selatan. ”Jalur alternatifnya harus lewat Tasikmalaya kalau ke sini sudah tidak bisa dilewati,” tambahnya.

Kata Suyadi, tidak ada korban jiwa saat jembatan Ciputrapinggan itu patah. Kini, pihaknya dibantu stakeholder kebencanaan, Tagana Kabupaten Pangandaran, FKDM, Potsar dan Baguna mengamankan jalur tersebut. ”Kita juga dibantu oleh masyarakat,” sambungnya.

Dari pantauan, ada beberapa titik di wilayah Kabupaten Pangandaran yang mengalami kebanjiran. Di antaranya, dari Padaherang, Kalipucang, Sukaresik, Sidamulih dan Cimerak. Itu setelah Pangandaran dalam dua hari terakhir diguyur hujan lebat. Tingginya curah hujan menyebabkan sejumlah areal pesawahan terendam banjir. Banjir cilencang juga terjadi di kawasan Pantai Pangandaran. Sejumlah ruas jalan utama hampir tak luput dari genangan air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, hujan yang berlangsung terus-menerus tersebut menandai dimulainya musim hujan. Kondisi tersebut hampir terjadi merata di seluruh wilayah Jawa Barat dan daerah lainnya. ”BPBD dan forum relawan dalam kondisi siaga, baik dari lembaga pemerintah maupun dari masyarakat,” ungkapnya kemarin.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *