Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKomdigi Tegaskan Moderasi Konten Harus Akuntabel dan Tetap Lindungi Kebebasan Berekspresi

Status Bromo Turun Jadi Waspada

Oleh • 27 Februari 2016 • 08:51

darikita.com, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Bromo, Jawa Timur dari Siaga menjadi Waspada. Penurunan status ini dilakukan setelah menimbang hasil analisis Bromo, baik secara data visual maupun instrumental, yang menunjukkan penurunan aktivitas.

Dari laporan, penurunan terpantau terjadi sejak awal Februari. Pada tanggal 2 Februari 2016 misalnya. Aktivitas Bromo dilaporkan melemah. Tekanan tektonik yang dihasilkan rendah. Kemudian, asap kawah teraati tipis dengan tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Pengamatan visual tersebut turut didukung dengan data seismik. Tremor terekam dengan amplitudo maksimum 0,5-1 milimeter (mm) dominan 1mm. padahal, sebelumnya, pada Desember 2015, tremor amplitudo maksimum bisa mencapai 36 mm.

Penurunan ini pun terpantau stabil. Hingga tanggal 26 Februari 2016, besar getaran gempa masih terpantau dengan amplitudo sama, berada di angka 0,5-1 mm dengan dominan 1mm. Kemudian, secara visual, asap teramati tipis dengan tinggi lebih rendah dari sebelumnya, yakni 50 meter dari puncak Bromo.

”PVMBG telah melaporkan penurunan status Gunung Bromo dari Siaga (level III) menjadi Waspada (level II). Penurunan ini berlaku sejak Jumat (26/2) pukul 13.00 WIB,” tutur Kepala Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, kemarin (26/2).

Sutopo melanjutkan, penurunan status ini turut disertai dengan perubahan jarak aman yang berlaku di sana. Bila sebelumnya, masyarakat diminta menjauh dari puncak Bromo hingga radius 2,5 Kilometer (Km), maka saat ini dipersempit hingga 1 Km. Dengan demikian, wisatawan sudah boleh beraktifitas dengan jarak tersebut. ”Tapi tetap tidak boleh kalau di dalam radius 1 Km dari kawah. Lebih dari itu boleh,” paparnya.

Dengan penurunan status setinggi 2.329 ini, maka jumlah gunung berstatus siaga Indonesia tersisah dua, yakni Gunung Soputan dan Gunung Karangetang di Sulawesi Utara.

Sementara, gunung berstatus waspada otomatis bertambah menjadi enam belas. Terdiri dari Gunung Bromo, Lokon, Egon, Awu, Raung, Gamalama, Sangaengapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Papandayan, Semeru, Anak Krakatau, Merapi, Dukono, dan Kerinci. Sedangkan untuk status Awas, hingga saat ini masih disandang oleh Gunung Sinabung, Sumatera Utara. (mia/asp)