Iim mengatakan, peristiwa maut itu bermula saat Luxio melaju dari arah Cikopo menuju Cirebon. Sang sopir, Aan Sawaludin, disebut-sebut mengantuk dan tidak bisa menguasai laju kendaraan. Hingga di lokasi kejadian dia akhirnya menabrak bagian belakang truk tronton bernomor polisi AB 8837 AK yang tengah melaju di depannya.
Tabrakan yang cukup kencang membuat bagian depan Luxio ringsek. Tidak hanya itu, mobil terpental membuat para penumpang jatuh ke luar mobil. Mereka yang tewas mengalami luka cukup serius di bagian kepala. ”Setelah kejadian kita evakuasi para korban ke rumah sakit, kita lancarkan arus lalu lintas dan mengamankan pengenmudi truk tronton. Kendaraan yang terlibat kendaraan juga sudah kita amankan ke Unit PJR Kertajati tol Cipali,” jelas Iim.
Iim mengakui ini laka lantas maut dengan korban tewas yang cukup banyak, terjadi di Cipali pada awal 2017 ini. Dia pun mengimbau pengendara yang melintasi jalur Tol Cipali untuk tetap waspada dan hati-hati, terutama saat berkendara pada malam hari.
”Jika memang dalam keadaan lelah, diharapkan untuk beristirahat di sekitar rest area yang telah disediakan. Karena kecelakaan akibat sopir kelelahan ini sering terjadi. Untuk itu saya minta kepada para pengendara untuk mengutamakan keselamatan,” pesannya.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Tomex Kurniawan mengaku, telah melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan di jalur Tol Cipali. Kecelakaan itu bermula ketika Luxio menyalip kendaraan di depannya tak jauh dari lokasi kejadian. Namun, Luxio menyalip kendaraan yang di depannya itu melalui lajur sebelah kiri.
”Luxio melaju dengan kecepatan. Luxio memotong truk di depan dari lajur kiri. Di lajur kiri itu ada truk lagi di depannya. Truk itu yang ditabrak,” jelasnya.













