Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Uu Minta Kokohkan Umat Melalui Siyasah dan Muamalah

Oleh • 4 Maret 2019 • 12:45

BANJAR– Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengajak para Nahdliyin, para warga Nahdlatul Ulama (NU), agar memperkuat aspek siyasah (politik), dan muamalah (bisnis), di samping terus mengembangkan sisi tarbiyah (pendidikan) bagi umat.

“Siyasah, kita harus maju bergerak masuk wilayah politik. Muamalah, ekonomi keumatan juga harus maju,” kata Uu, saat menjadi Narasumber pada Acara Dialog Nasional & Temu Usahawan dengan tema ‘Tantangan dan Masa Depan NU dalam Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat,’ pada kegiatan NU Expo 2019, di Lapangan Taman Kota Banjar, belum lama ini.

Siyasah jangan ditinggal, kata Uu, sebab, dunia politik dipandang memiliki kepentingan dalam agama. Dirinya menilai, seorang pemimpin, dengan kekuasaannya sehebat apapun, apabila tidak melibatkan agama dalam urusan politik pasti akan kurang keberpihakannya kepada umat.

Agama, tidak cukup hanya dibentengi oleh pendidikan, misalnya seperti kegiatan transfer ilmu antara kyai dan santri, tetapi harus dipadukan dengan kekuatan politik. Karnanya, pemikiran siyasah dan tarbiyah harus dijalankan bersamaan dalam kemenangan politik.

“Sehingga, berdampak kepada kepentingan umat yang akan terakomodir oleh negara. Apalagi di Indonesia, Islam menjadi agama mayoritas,” kata Uu.

“Agama secara fundamental berbicara masalah akidah, keyakinan, Dan penguasa adalah penjaganya,” tambahnya.

Bahkan, lanjutnya, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dalam azas Pancasila sudah jelas, terdapat pasal yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Sementara muamalah, akan menaungi umat terhadap kehidupan yang mandiri, dan berdikari. Sehingga kehidupan umat akan berdiri kokoh.

“Dengan ‘Jabar Juara Lahir Batin,’ akan kita kenalkan pendidikan, bisnis, dan politik sekaligus. Mendorong segala potensi yang dimiliki para pemuda,” katanya.

“Kita harus berusaha, supaya nanti kita punya kemampuan untuk memberi bukan meminta. Harus ada kahayang (kemauan), kawani (keberanian), dan kaelmuan (keilmuan),” pungkasnya. (rls)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *