Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
BANDUNG — Sebanyak 36 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sektor pertanian mengikuti magang nasional di Kopontren Al-Ittifaq, Bandung, pada 23–30 Agustus 2026.
Kegiatan selama delapan hari tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk mempelajari langsung tata kelola koperasi pertanian yang menghubungkan proses produksi, pengelolaan hasil, hingga pemasaran.
Belajar dari rantai usaha hulu hingga hilir
Al-Ittifaq dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki pengalaman mengembangkan usaha pertanian terintegrasi. Peserta tidak hanya melihat hasil yang telah dicapai, tetapi mempelajari cara membangun kepercayaan petani, mengelola produksi dan pascapanen, menjaga kesinambungan pasokan, serta membangun hubungan dengan pasar.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat menilai pemahaman terhadap seluruh proses penting agar pengurus dapat menyusun model usaha yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. Koperasi diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani, produksi, distribusi, dan konsumen.
Program pengembangan kompetensi ini secara keseluruhan diikuti 90 pengurus KDKMP. Jumlah tersebut terdiri dari 54 peserta sektor serba usaha dan 36 peserta sektor pertanian.
Selain pengelolaan produksi, peserta didorong mengenali potensi ekonomi lokal, mengembangkan pengolahan hasil pertanian, memanfaatkan pemasaran digital, dan membangun kemitraan yang relevan.
Sumber: Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Agustus 2026.




