Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat kapasitas pelaku usaha perempuan melalui Program Perempuan Berdaya 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan usaha, memperluas jejaring, dan mendorong produk UMKM agar lebih kompetitif.
Pelaku usaha perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian keluarga dan daerah. Meski demikian, sebagian masih menghadapi kendala pengelolaan usaha, pemasaran, pengemasan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Program penguatan kapasitas memberi ruang bagi peserta untuk memperbaiki model bisnis, memahami kebutuhan pasar, serta meningkatkan kualitas produk. Pendampingan juga diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten setelah pelatihan selesai.
Daya saing tidak hanya ditentukan produk
Produk yang baik perlu didukung pencatatan keuangan yang tertib, kemasan yang tepat, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang sesuai sasaran. Penggunaan platform digital dapat memperluas jangkauan pasar, tetapi pelaku UMKM juga perlu memperhitungkan biaya promosi dan kemampuan memenuhi permintaan.
Kolaborasi pemerintah, komunitas, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan sektor swasta dapat membantu UMKM perempuan naik kelas. Dukungan yang terhubung dari pelatihan hingga akses pasar akan memberi dampak lebih kuat dibandingkan kegiatan yang berdiri sendiri.
Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Barat, 28 Agustus 2026.




