Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKomdigi Tegaskan Moderasi Konten Harus Akuntabel dan Tetap Lindungi Kebebasan Berekspresi

Jokowi Cengkram Golkar

Oleh • 18 Mei 2016 • 09:10

Pandangan senada disampaikan Hanta Yuda, direktur eksekutif Pol-Tracking Institute, di arena munaslub Partai Golkar, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Menurut Hanta, dalam relasi dengan pemerintahan, sosok Setnov lebih mudah ’’dikendalikan’’ pemerintahan Joko Widodo bila dibandingkan dengan Akom. Jika Akom yang menjadi Ketum Golkar, struktur internal beringin akan lebih condong kepada Jusuf Kalla yang men-support-nya.

Dalam jangka panjang, sosok Setnov yang memiliki berbagai dinamika dengan publik hampir tidak mungkin mengajukan diri sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Posisi itu tentu menguntungkan Presiden Jokowi dalam upayanya untuk maju sebagai capres periode kedua. ’’Sehingga Pak Jokowi sudah memiliki kendaraan, mengingat peran Golkar,’’ papar Hanta.

Karena itu, Golkar tidak mungkin mengandalkan sosok Setnov sebagai figur jika ingin bangkit. Golkar harus membangun figur eksternal baru. Upaya tersebut sudah dimulai dalam sejumlah rekomendasi di Munaslub 2016. ’’Misalnya tadi, menyebut Jokowi sebagai capres. Itu salah satu strategi,’’ tandasnya. (far/bay/c14/pri/rie)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *