Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merevitalisasi 22 hektare perkebunan teh di Ciater, Kabupaten Subang, dan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Program tersebut ditujukan untuk mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mengurangi risiko bencana.
Di kawasan Ciater, revitalisasi berlangsung di Desa Ciater, Cisaat, dan Tambakan. Total lahan yang telah ditangani mencapai 6 hektare dengan penanaman 50.200 pohon teh.
Pangalengan mencakup 16 hektare
Revitalisasi di Pangalengan mencakup area yang lebih luas, yakni 16 hektare. Sebanyak 198.000 pohon teh telah ditanam di kawasan tersebut. Secara keseluruhan, pekerjaan melibatkan 96 warga sekitar dan pensiunan pekerja perkebunan.
Pemulihan kebun dilakukan pada lahan yang sebelumnya mengalami perubahan fungsi. Di Ciater terdapat bagian kawasan yang sempat menjadi lokasi bangunan liar, sedangkan di Pangalengan terdapat lahan yang beralih menjadi kebun sayuran.
Pemerintah Jawa Barat menargetkan revitalisasi dilanjutkan hingga mencapai 12 hektare di Ciater dan 24 hektare di Pangalengan. Penanaman awal di Ciater dimulai pada November 2025, sedangkan kegiatan di Pangalengan dimulai pada Desember 2025.
Selain memperkuat tutupan lahan, program ini diharapkan menjaga fungsi ekologis kawasan perkebunan dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata.



