Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mencanangkan Gerakan Wakaf Digital Jawa Barat 2026. Program ini diarahkan untuk memudahkan penghimpunan wakaf uang agar berlangsung lebih cepat, tepat, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan layanan digital.
Pemprov Jawa Barat menyebut digitalisasi relevan untuk memperluas partisipasi, terutama di kalangan generasi muda. Teknologi dapat memperpendek proses transaksi sekaligus membantu pencatatan dan pelaporan dana secara lebih tertib.
Literasi tetap menjadi fondasi
Kemudahan teknologi perlu disertai edukasi mengenai lembaga pengelola, tujuan penyaluran, keamanan transaksi, dan bukti pembayaran. Masyarakat disarankan menggunakan kanal resmi serta memeriksa identitas nazir atau lembaga penerima sebelum melakukan wakaf.
Wakaf uang mempunyai potensi mendukung kegiatan sosial dan ekonomi produktif apabila dikelola sesuai ketentuan. Transparansi, akuntabilitas, dan pelaporan manfaat menjadi unsur penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Digitalisasi memperluas akses
Gerakan ini diharapkan membuat wakaf lebih mudah diakses tanpa menghilangkan prinsip kehati-hatian. Pemanfaatan teknologi juga membuka peluang penghimpunan dalam nominal yang lebih terjangkau sehingga partisipasi masyarakat dapat semakin luas.
Sumber: Portal Jabar, 31 Agustus 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




